Hari 4 (Tokyo): Lelah, But Worth! Thank You Fuji-san!


Hari ini ke Fuji-san!
Akhirnya memasuki hari yang ditunggu-tunggu, yaitu mengunjungi Gunung Fuji! Di hari ke-4 ini sialnya gue sudah merasakan tanda-tanda tidak enak badan, mungkin masih belom adaptasi sama cuacanya kali ya hehe😂. But show must go on!

Akibat badan gak enak ini, dari jam 4 pagi gue udah agak susah tidur nyenyak, bangun-bangun terus, minum, pindah posisi tidur, dan sebagainya. Untungnya udah persiapkan obat-obatan jadi gue langsung minum segala obat, dari paracetamol, herbal, radang isep, dan sejenisnyalah. Alhasil gue baru sadar sepenuhnya sekitar jam 7an gitu dan langsung deh rapih-rapih.

* * * * * * * * * 

Fuji-san, Ikou-ka!
Akses dari penginapan ke Kawaguchiko:






Berniat untuk berangkat sangat pagi dan mampir ke Chureito Pagoda, tapi karena badan yang gak enak ini jadi baru fresh dan keluar penginapan jam 8. Untuk ke Gunung Fuji ini ada banyak alternatif, bisa naik bus dari Shinjuku tanpa perlu transit dan bisa naik kereta. Berhubung Tokyo Wide Pass-nya masih bisa hari ini, biar gratis tis tis tis, gue memilih naik kereta aja.

Rute kereta untuk sampai di Gunung Fuji ini cuma bisa dimulai dari Shinjuku naik kereta lokal atau Limited Express yang transit di Otsuki dan lanjut naik Fujikyu Railway ke Kawaguchiko. Kalo untuk weekend biasanya ada Fujikyu Railway spesial gitu, jadi dari Shinjuku gak perlu transit dan langsung bisa sampe Kawaguchiko.


Lagi dan lagi, di dalem keretanya sangat nyaman dan anget, terus sebelah juga kosong, sooooo yang gue lakukan adalah tidur selama satu jam, lumayan untuk istirahatin badan yang lagi gak enak kann. Tapi sebelumnya gue juga beli satu onigiri buat di makan di kereta sebagai sarapan.


Gak kerasa satu jam lebih terlewati, walaupun gak sepenuhnya tidur karena 20 menit sebelum sampai udah bangun. Perjalan ke Otsuki ini lewatin gunung-gunung dan banyak terowongan gitu, oke lah ya suasana baru lagi hehe. Setelah sampai di Otsuki, gue langsung transit dan mencari Fujikyu Railway yang sedang menunggu, hehe. Berbeda dengan perjalanan ke Otsuki yang bisa reserved tiket, pake Fujikyu ini kita gak perlu reserved tiket, jadinya di dalem gerbong hampir penuh! Sepertinya rame yang mau ke Kawaguchiko ini.

Fuji-san sudah terlihat!
Di dalem kereta menuju Kawaguchiko ini memang sudah diputuskan untuk tidak tidur, melainkan menunggu-nunggu kehadiran si Fuji-san dari kereta. Gak lama, terlihat juga si Fuji-sannya! Langsung deh cekrek cekrek. Untungnya gue berada pada posisi duduk yang benar, jadi gak perlu pindah posisi seperti orang lain yang salah posisi😁. Perjalan menuju Kawaguchiko ini sangat excited! Selain didampingi dengan Fuji-san, pas udah mau sampe juga kita ngelewati Fuji Q Highland. Semacam dufan gitu, yang mana Fuji Q ini sangat terkenal lho! Karena di dalemnya ada 5 wahana Roller Coaster yang masuk World Record gitu! Terus gak kalah, rumah hantu yang paling serem juga ada disitu! 

Next trip ke Jepang part 2 bakal masukin Fuji Q ke Itinerary! Untuk sekarang masukin yang gratis-gratis dulu aja. Karena kalo Fuji Q ini tiket masuknya sampe 700rb rupiah😭😭.

* * * * * * * * * 

Kawaguchiko!

Akhirnya sampai!
Kawaguchiko Stasion ini cukup nyaman dan sangat sederhana, melambangkan kawasan yang sangat countryside gitu. Agak beda sama Nikko Station, kalau Nikko itu stasiunnya masih agak besar, sedangkan Kawaguchiko ini kecil. Kalau untuk keadaan kotanya mirip-mirip si Nikko dan Kawaguchiko ini.

Kawaguchiko Station
Keluar dari stasiun Kawaguchiko ini langsung terintegrasi sama Terminal Busnya! Mirip-mirip lagi sama Echigo-yuzawa dan Nikko. Untuk pilihan transportasi di kawasan Kawaguchiko ini juga hampir mirip sama Nikko, menyediakan berbagai macam Pass untuk ke spot-spot tertentu di sekitar Kawaguchiko. Spotnya itu biasanya danau yang dikelilingi pegunungan-pegunungan gitu, selain itu spot-spot tertentu juga menyajikan pemandangan Fuji-san yang gak kalah bagusnya!

Untuk gue sendiri, yang sedang budget on travel 😥😭, jadi gue tidak menggunakan Pass lagi, karena gue cuma mau ke Kawaguchiko Lake yang bisa di tempuh dengan jalan kaki, walaupun cukup jauh (tapi gak sejauh Nikko). Lagipula jalan kaki ke Kawaguchiko Lake ini dijamin gak akan ada acara-acara nyasar, karena ada petunjuknya di tiap persimpangan gitu. 
Rute jalan kaki ke Kawaguchiko Lake, keluar dari stasiun Kawaguchiko langsung aja lurus terus ke gang dan tinggal ikuti petunjuknya!


Yap! Sampai!
Perjalanan menuju Kawaguchiko Lake ini sangat sepi, paling cuma beberapa gerombolan bapak-bapak tua yang jalan kaki juga kesana. Selain itu, jalan rayanya juga gak rame, gak banyak mobil yang lewat, bus aja juga beberapa menit sekali aja.


Gak banyak hal yang gue lakukan di Kawaguchiko Lake ini selain cuma duduk-duduk di pinggir danau, ngedengerin suara air danau yang sedikit berubah jadi es sama foto-foto. Begitu juga dengan pengunjung lainnya. Tapi emang betah aja duduk-duduk di pinggir danau itu hehe, karena suasananya sepi dan enak banget.  
Me time~
Sebenernya ada semacam apa sih itu? Bebek-bebekan (?) wkwkwk. Tapinya tutup huft, jadi gak bisa di coba hehe 😅.

Di depan Kawaguchiko Lake ini juga ada Lawson, jadi bagi yang laper dan butuh kehangatan (?) bisa deh kesana mencari sesuatu yang hangat. Dan gue lagi-lagi membeli Onigiri hehe. Btw, di depan Lawson ini ada restoran halah India loh! Niatnya mau makan kesana tapi setelah gue pikir2 jadinya beli Onigiri aja yang murah :v.

* * * * * * * * * 

Mendaki Gunung Tenjo!

Setelah puas di Kawaguchiko Lake, gue beranjak pergi untuk balik ke Kawaguchiko Station. Tapi di tengah jalan menuju balik, gue melihat plang "Tenjoyama Park" dan mengarah ke gunung Tenjo. Letak gunung Tenjo ini juga gak jauh dari Kawaguchiko Lake dan bukan gunung yang tinggi gitu juga, bisa di jangkau dengan kereta gantung juga btw. Tapi karena masalah mahalnya itu, alhasil gue memilih untuk nanjak jalan kaki aja ke atas, lebih tepatnya ke Nakabadaira Observation Area!

Mendaki disini itu sebenernya udah disediain rutenya sih, jadi gak akan nyasar. Tapi tetep aja kalo capek mah hehe. Gue sering banget berhenti sekitar 2 atau 3 kali gitu :(. Mengatur napas sama minum-minum dikit gitu. Terus juga pas lagi ngedaki ketemu kakek2! Ramah, dia nyapa gue duluan.
"Konnichiwa," sapa dia, sambil senyum dan agak ngos-ngosan gitu dianya.
Wah makin semangat deh gue karena kejadian itu wkwk. Terus gak lama ketemu pasangan kakek-nenek juga pas lagi ngedaki. Wah! Makin asik aja deh.


 Semangat! Semangat!


Akhirnya sampai juga di Nakabadaira Observation Area!
Sepi banget, cuma ada gue, pasangan kakek-nenek, dan ibu-anak dari Taiwan itu. Kayanya sih ini gara-gara ada kereta gantung yang langsung ke Tenjoyama dan Kachiyama, jadinya rute ini udah gak terlalu populer sama turis, karena emang capek juga sih. Pas sampe Observation Area ini gue pun juga langsung duduk dulu di kursi yang disediakan itu.

FUJI-SAN!!!!!!!
Kalau udah sampe Nakabadaira Observation Area ini udah enak banget, ke utara ada Kawaguchiko Lake, ke selatan ada Gunung Fuji! Wow! Sugoi!!!! Nakabadaira Observation Area bukan puncaknya lho! Masih ada rute selanjutnya ke Kachiyama, biasanya tempat itu lebih rame. Berhubung saat itu sudah setengah 2 juga, terus gue juga ingin ke Odaiba sebelum terbenam (terbenam jam 5) dan perjalanan kereta 3 jam, di tambah kaki yang tak kuat menahan lelah, jadi gue tidak melanjutkan pendakian ini, hehe. 

So... Mari kita balik ke stasiun dan pulang! Bye Fuji-san! Terimakasih juga Gunung Tenjo atas kesempatan sightseeing ini!


Lagi dan lagi, jalanan di Kawaguchiko sepi! Terakhir kalinya melihat Fuji-san dari Kawaguchiko Station! Wow! So clear!

* * * * * * * * * 

Odaiba! Pulau Buatan di Teluk Tokyo!
Akses dari Kawaguchiko ke Odaiba:






Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan (gak lelah sih, karena selama perjalanan tidur, hehe) akhirnya sampai di Odaiba! Btw, perjalanan tidak berjalan cukup mulus. Karena gue sempet salah transit pas di Osaki hikz :(. Jadi yang harusnya 16.40 udah sampe Odaiba, gue baru sampe mendekati jam 5 gitu.

 
Kenapa gue memasukkan Odaiba dan memaksakan untuk ke Odaiba walaupun sudah hampir gelap? Tidak lain dan tidak bukan karena gratis! Wkwkwk. Karena kartu sakti Tokyo Wide Pass gue akan berakhir hari ini, dan Tokyo Wide Pass ini mengcover perjalanan ke Odaiba, jadi sayang aja kalo di detik-detik terakhir tidak gue pakai. Oh ya, cuma gratis dengan JR Tokyo Wide Pass aja lho ya! Pengguna JR Pass tidak gratis, makanya JR Tokyo Wide Pass ini menurut gue sangat amat worth it ketimbang JR Pass!*
*Kalau cuma di area Kanto (Tokyo) dan Kansai (Osaka, Kyoto, Kobe, Nara).


Untungnya Odaiba juga masih cukup terang!
Tapi, ternyata perjalanan dari Stasiun Tokyo Teleport ke area Odaiba di utara (Odaiba Seaside Park dan Odaiba Beach) cukup jauh, sehingga pas gue sampe di TKP, Odaibanya udah makin gelap :").


Tapi ternyata masih tetep bagus lho! Memandangi Rainbow Bridge dan Tokyo Tower dari kejauhan. Walaupun udah gak mungkin untuk ke area Odaiba Beach.

Liberty Statue
Di Odaiba ini kayanya laku banget sama orang Korea, karena banyak banget orang Korea. Bahkan sampe ada gerombolan cowok-cowok Korea gitu mau foto-foto sambil modusin gerombolan cewek-cewek Korea gitu. Kok gue bisa tau? Iya mereka beda rombongan, gak saling kenal. Terus yang cowok-cowoknya kaya main batu gunting kertas gitu buat ngomong ke yang rombongan ceweknya 😅.


Dan yang pastinya kalau ke Odaiba selain ada Liberty dan Rainbow Bridge, tidak lupa ada Gundam-kun juga! Selain cuma liat-liatin gitu doang, di Odaiba ini juga suka jadi pusat perbelanjaan juga lho! Tepatnya di Diver City Tokyo itu, yang di belakang Gundam. Di Diver City juga ada soba halal lho, bisa tuh di coba bagi yang muslim! Karena gue tidak mau nyasar-nyasar di dalem mall, jadi gue tidak mencoba masuk ke Diver City. Sebagai gantinya, gue akan menuju Roppongi untuk makan Yakiniku halal juga! Go!

* * * * * * * * * 

Ramen Halal di Asakusa!
Akses dari Odaiba ke Asakusa:




Loh-loh kok sub-judulnya jadi ramen halal di Asakusa?
Nama yakiniku halal di Roppongi ini adalah Sumiyaki Nishiazabu! Dari luar tempatnya cukup oke, tertutup semua. Pas di dalem juga tempatnya bagus! Tapi, sialnya adalah ternyata nih tempat harus reservasi dulu 😭. Padahal menu Yakinikunya sangat menggiurkan lho, dari Kobe Beef, Wagyu, dsb... Selain itu juga ada Korean Stew gitu lho, harganya juga cukup terjangkau untuk beberapa menu, dari ¥1.000 sampai ¥20.000 sih ehe. Yaudah alhasil gak jadi makan Yakinikunya dan pergi makan ramen halal di Asakusa!


Naritaya Halal Ramen, Asakusa
Akhirnya gue balik lagi ke Stasiun Roppongi dan lanjut ke Asakusa untuk makan ramen halal. Cari tempatnya ini cukup susah, karena ternyata toko-toko disebelahnya itu udah pada tutup, jadi sepi dan agak nyempil, nama restorannya Naritaya Halal Ramen.

Penjualnya satu orang Jepang dan satu orang Malaysia. Disini juga ada gerombolan orang Malaysia makan di lantai atasnya gitu, terus dari sini juga awal gue ketemu sama solo travel cewek yang dari Malaysia.


Untuk makanannya gue memesan Special Naritaya Ramen dan Gyoza dengan total harga ¥1.800. Untuk rasanya cukup enak, cuma ada sesuatu topping yang gak gue suka gitu. Tapi kalo dibandingin sama ramen seafood yang di Shinjuku gue lebih suka yang di Shinjuku ketimbang ini. Karena kalo di Shinjuku lebih halus rasa kuahnya hehe.


Karena Naritaya Ramen halal itu bener-bener sebelahnya Senso-ji Temple, jadi setelah makan gue mampir lagi ke Senso-ji Temple untuk sekedar liat-liat. Dan pas gue lagi liat-liat, eh ketemu lagi sama cewek yang orang Malaysia itu, terus disini baru deh kita ngobrol-ngobrol dan gue tanya ternyata dia solo travel. Terus dia nginep di Ennaka Hostel daerah Asakusa juga, makanya makan di Naritaya sekalian abis pulang dari jalan-jalan. Ngobrol cukup banyak sih. Gue sampe disini dari tanggal 7, dia tanggal 8. Terus nanya-nanya udah kemana aja dan mau kemana. Dia besok baru mau ke Gunung Fuji tapi naik bus, karena dia gak beli Tokyo Wide Pass. Seperti itu lah, dan berakhir ber "wassalamualaikuman" lalu melanjutkan liat-liat daerah Asakusa masing-masing.


Sekian untuk hari keempat ini! Akhirnya gue balik lagi ke penginapan dengan berjalan kaki lagi cukup jauh. Terimakasih Kawaguchiko dan Fuji-san, serta gunung Tenjo atas pengalamannya berpetualangnya! Serta Odaiba dan Asakusa!

0 Response to "Hari 4 (Tokyo): Lelah, But Worth! Thank You Fuji-san!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel