Pengalaman Solo Travel ke Jepang! (Persiapan, Itinerary, dan Budget)

Setelah sebelumnya gue sudah mengekspresikan perasaan gue yang super excited tentang solo travel klik disini, di post kali ini gue bakal ngasih detail perjalanan solo travel gue kemarin di Jepang ( Tanpa tour guide lho ya!), dari persiapan itinerary, pesawat, penginapan, transportasi, tempat-tempat yang worth to visit (menurut gue), dan informasi lainnya!

Tokyo Tower
Cerita sedikit, kenapa gue memilih Jepang sebagai destinasi solo travel gue pertama, disaat biasanya solo travel perdana orang-orang dimulai dari yang deket (Singapura / Malaysia / kota-kota deket Indonesia). Sebenarnya tanpa alasan lain gue memilih Jepang selain gue yang emang suka sama Jepang dari dulu. Dan persiapan gue untuk solo travel ini juga cukup agak lama, kira-kira desember 2016 gue mulai dengan nabung dulu, biar kalo nemu tiket murah bisa langsung beli.

1. Pesawat ke Jepang
Promo besar dari pemegang Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia 9 tahun berturut-turut (oleh SkyTrax), AirAsia maret 2017 kemarin (gue menabung tanpa sia-sia😜), akhirnya membuat gue berhasil mendapatkan tiket PP Jakarta - Kuala Lumpur - Tokyo (Haneda) dan Osaka (Kansai) - Kuala Lumpur - Jakarta dengan harga 3.8jtan udah termasuk bagasi 20kg dan makanan (Wow! Cukup murah menurut gue!), kalo tanpa bagasi kalian bisa dapet 2.4jt doang lho!

Kalo kalian mau beli round-trip ticket (cuma di satu bandara berangkat dan pulangnya) dan emang berencana cuma di Tokyo atau mau ke Osaka tapi balik lagi ke Tokyo maka gue lebih menyarankan kalian menggunakan ANA dan JAL yang harganya cuma 4.4jt PP Jakarta - Tokyo - Jakarta (Sumpah ini sih murah banget!) lebih murah daripada AirAsia menurut gue. Lalu kenapa gue tidak memilih ANA atau JAL saat itu? Karena gue emang berencana ke Osaka dan kalo gue balik lagi dari Osaka ke Tokyo agak makan waktu yang pastinya dan naik bus malam itu bisa abis ¥4.200 lagi (sekitar 500rban) paling murah, kalo gak mau makan waktu bisa naik Shinkansen sih, tapi harganya 1.5jt (gue gak pake JR PASS) wkwkwk, ya gak mau lah ya.

Tapi insyaAllah kalo dapet kesempatan lagi gue pengen coba naik ANA atau JAL!

2. Visa (Gratis*)
*hanya untuk mahasiswa S1

Visa Jepang
Mau ke luar negeri ya pastinya butuh paspor. Posisinya waktu itu gue udah beli tiketnya tapi belom ada paspor lho 😂. Untungnya AirAsia pas kita booking tiket gak perlu no. paspor, jadi gak masalah waktu pesennya.
Persyaratan untuk buat paspor dapat kalian lihat di website Imigrasi.

Setelah mendapatkan paspor, karena destinasi ke Jepang dan membutuhkan yang namanya Visa. Kebetulan waktu bikin paspor gue gak bikin yang e-passport, tapi paspor biasa 48 halaman. Jadi tetep harus ngurus berkas untuk pembuatan visa, kalo kalian pemegang e-passport kan udah bebas visa Jepang jadi tinggal di registrasi bebas visa dan gak usah ngumpulin berkas-berkas.

Mulai tanggal 15 September 2017 kemarin, pembuatan visa udah gak langsung di dubes Jepangnya. Tapi dibuat ke JVAC (Japan Visa Application Centre) yang letaknya ada di mall Lotte Shopping Avenue lantai 4 sebelah XXI. Ada keuntungannya sendiri sih menurut gue pas udah dipindahkan ke JVAC, kita bisa buat appointment secara online dan itu benar-benar tepat waktu! Cuma butuh waktu gak sampe satu jam gue udah selesai. Tapi gak enaknya, kita dikenakan biaya administrasi lagi😢
Surat Janji Temu Visa
Untuk persyaratan dan berkas untuk Visa Jepang ada di http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html.
Kalo gue kemarin membawa:
-  Paspor.
-  Formulir permohonan visa, download disini.
-  KTP.
-  Tiket pesawat (masuk dan keluar Jepang).
-  Itinerary.
-  Rekening koran, kalo pake rekening orang tua tambahin KK sebagai bukti hubungan keluarga.
- Bukti penginapan (gak wajib, cuma untuk meyakinkan biar visa diterima aja kalo gue gak jadi gelandangan disana😙).

Dan yang terpinting bagi kalian mahasiswa S1 kalian bisa dapet gratis biaya Visa lho! (Tidak berlaku biaya administrasi JVAC), yaitu dengan menunjukkan mahasiswa aktif S1 di universitas tersebut, di tanda tangani oleh kepala departemen/fakultas atau kepala bagian kemahasiswaan.
 
Surat Keterangan mahasiswa S1

Cukup mudah kan? Sebenernya sempet agak was-was juga kalo di tolak sih, karena kan tiket pesawat udah dibeli, nanti jadi hangus gitu aja kalo gak dapet visa. Tapi, selagi melengkapi persyaratan kayanya gak perlu takut, buktinya pas gue ambil 5 hari kemudian diterima kok! Alhamdulillah, makin jadi ke Jepang!! 😁😁

3. Itinerary
Odaiba, Tokyo

Bagi traveler pertama, biasanya udah cukup dengan mengunjungi Tokyo - Osaka - Kyoto dulu aja, tapi itu tergantung keinginan kalian juga. Nyatanya kalo gue sendiri kemarin berhasil mengunjungi 8 kota, yaitu Tokyo, Yokohama, Kawaguchiko (Mt. Fuji), Echigo-yuzawa, Nikko, Kyoto, Kobe, dan Osaka. Kalo dibilang cukup apa gak, ya jawabannya kurang sih, masih pengen explore lebih dalam lagi tentang Jepang!😍

Dalam penyusunan Itinerary ini gue selalu mengandalkan Japan-guide, untuk melihat berbagai macam tourist attraction yang ada di tiap-tiap kota di Jepang. Selain itu, dari website tsb juga udah ngasih tau berapa biaya masuk wisatanya, terus how to get there, sejarah singkat tiap tempat, dan rating dari berbagai orang. Dan juga gue menggunakan website Visit A City dalam membantu kira-kira hari apa yang enak kesana, berapa lama orang-orang di tempat wisata itu, dan lebih efisien ke tempat wisata yang di satu wilayah. Sama palingan Google Maps ya untuk liat petanya dan review dari orang-orang buat meyakinkan gue kalo itu emang worth to visit.

Biar semakin detail ceritanya, nanti akan gue buat post terpisah tentang aktivitas perjalanan gue tiap harinya di Jepang:
Hari 1: Dompet Hilang di KLIA2?!?! + Tidur di Bandara Haneda, Tokyo! 
Hari 2 (Tokyo): Main Salju di Echigo Yuzawa x Gagal Menikmati 'Night Views' di Yokohama
Hari 4 (Tokyo): Lelah, But Worth! Thank you, Fuji-san!
Hari 5 (Tokyo): Kalap di Tsukiji Fish Market dan Megahnya Masjid Jamii, Tokyo! 
Hari 6 (Kyoto x Kobe): Sampai Kansai! (Arashiyama, Kyoto dan Port of Kobe)
  
4. Penginapan
Capsule Hotel (cr. ninehours.co.jp)
Penginapan di Jepang mahal, kalau kalian gak pinter-pinter milih penginapan kalian bakal keluar banyak budget hanya untuk penginapan yang kurang nyaman. Yang jelas dalam penginapan di Jepang, gue tidak memilih yang single room dengan queen size bed dan kamar mandi di dalamnya. Kenapa? Karena model kamar yang begituan paling murah 500rb/malam 😭, itu juga agak jauh dari stasiun dan kota. Alhasil gue menginap di hostel (kamar yang tipe capsule, dorm, bunk bed, dan pastinya shared bathroom and shower room). Itu juga masih lumayan mahal sih, kisaran ¥1.000 ~ ¥4.000/malamnya (¥1 = IDR122).

Tapi gak usah khawatir! Walaupun tidur model dorm yang rame-rame gitu, untuk masalah keamanan menurut gue aman-aman aja karena biasanya mereka punya locker room sendiri! Dan untuk masalah kebersihan mah ya gak usah ditanya lagi kebersihannya, parah toiletnya bersih banget! Kering gak ada basah sama sekali! Gue juga bukan tipe orangnya terlalu suka tidur rame-rame sebenernya, tapi nyatanya gue tidur sangat nyenyak tuh kamar hostel tsb. Bahkan ketika gue bangun gak ada acara tidur-tiduran lagi tapi langsung mandi dan gue gak ngerasa capek atau berat matanya ketika bangun.Worth to try lah! Pengalaman tersendiri juga kan tidur di capsule hotel😀.


Untuk memesan hotel sendiri, menurut gue Agoda dan Booking.com kayanya yang paling sering digunakan oleh orang-orang, karena sistemnya yang bisa bayar langsung di tempat. Kalo kalian rame-rame gue sarankan menggunakan AirBnB biar bisa merasakan sensasi tinggal di rumah Jepang. Sebenernya buat yang solo juga bisa sih, nanti cari yang shared place aja biasanya lebih murah. Kalo gue tidak menggunakan AirBnB, tapi next bakal gue coba! Dengan syarat gue harus bisa bahasa Jepang, biar asik ngobrolnya tanpa kendala.

Untuk pemesanannya sendiri gue memilih Agoda ketimbang Booking.com atau lainnya. Karena setelah gue cek, di Agoda lebih murah! Apalagi ada diskon 10% waktu itu dan diskon tambahan 8% kalo booking via aplikasi smartphone (i love discount!💓), makanya gue dapet harga fantastis. Mungkin gue juga akan buat review tersendiri tentang hostel yang gue tempati itu, pokoknya mantap lah tuh hostel (link update soon).

Terus dimana gue menginap selama di Jepang? (harga udah termasuk diskonnya)
- Hari pertama gue menginap di bandara Haneda! Nyenyak juga parah 😆.
- Tokyo (4 hari 3 malam), Oak Hostel Fuji = IDR 707rb.
- Tidur di bus malam Willer Express (otw Tokyo - Kyoto).
- Kyoto (1 malam), Nine Hours = IDR 169rb.
- Kyoto (1 malam), K's House Kyoto = IDR 242rb.
- Osaka (3 hari 2 malam), Hotel Sakura = IDR 344rb.
- Hari terakhir menginap di KLIA2. 

5. Transportasi
Shinkansen from Echigo-yuzawa to Tokyo
Ke Jepang gak harus pake JR Pass kok!
Untuk yang destinasi cuma ke Tokyo - Kansai (Osaka, Kyoto, Kobe, Nara) menurut gue gak perlu pake JR Pass. Kenapa? Karena JR Pass kan mahal ya ¥30.000 (IDR 3.2jtan), dan JR Pass gak terlalu balik modal kalo kalian gak sering naik Shinkansen. Selain itu, kalo kalian main ke Kyoto juga bakal jarang pake kereta, karena hampir setiap tempatnya mudah diakses dengan bus dan tempat-tempat wisatanya juga lebih deket ke halte bus ketimbang stasiun. Terus juga pas di Osaka, lebih enak naik subway, karena tiap blok deket banget sama stasiun subway. Kalo untuk di Kobe sendiri naik bus atau jalan kaki lebih enaknya. Sehingga bakal keluar banyak untuk tambahan transportasi yang gak ke cover oleh JR Pass.

Lalu Pass apa yang gue gunakan? Berikut list Pass yang gue gunakan!

- IC CARD (Pasmo/Suica/ICOCA/dsb)
Ada banyak model IC Card, kartu ini istilahnya kayak e-money kalo di Indonesia. Karena gue dateng di Tokyo jadi opsi pilihannya cuma Pasmo atau Suica, dan pilihan gue jatuh pada Pasmo karena namanya lebih enak aja wkwkwk, gak penting banget ya ✌😀. Kalo gue pecinta hewan kayaknya gue bakal milih Suica karena maskotnya penguin 😁.

Apa perbedaannya? Bedanya Pasmo buatan perusahaan Tokyo Metro, kalo Suica buatan JR Kanto, ada lagi tuh ICOCA buatan JR Kansai. Fungsinya sama aja, sama-sama bisa dipake di seluruh Jepang, dan gak cuma dipake untuk stasiun, tapi buat bus, vending machine, dsb (sama persis kegunaannya kaya e-money). Cuma pengembalian kartu untuk ambil deposit aja berbada. Jelas, karena Pasmo dan Suica dari Tokyo, jadi cuma bisa dikembaliin pas di Tokyo (di stasiun PTnya masing-masing).

Penggunaannya juga mudah, cukup tap (tempel) aja. Gue beli dengan harga ¥3.000 (Rinciannya ¥500 deposit, ¥2500 isi saldonya). Tapi karena gue menganggap ini sebagai kenangan, jadi gak gue ambil depositnya dan gue bawa pulang deh nih kartu, itung-itung jadi penyemangat gue juga biar bisa balik lagi kesana... hehe. 

- JR Tokyo Wide Pass (3 Days) = ¥10.000
Penggantinya JR Pass untuk mencoba Shinkansen di sekitaran Tokyo, selain itu JR Tokyo Wide Pass ini juga ngecover banyak kereta selain JR Pass, jadi cukup worth ketimbang JR Pass kalau untuk kawasan Tokyo dan kota-kota sekitarnya. Penggunaannya, kalo mau masuk ke stasiun, di pinggirnya pasti kaya ada help desk JR gitu, nah kalian tinggal tunjukkin ada kartunya (yang udah tertera tanggal berakhir) dan dipersilahkan untuk masuk, kalo keluar dari stasiun sama, tinggal dikasih liat aja ke penjaganya.

- Tokyo Subway Pass (3 Days) = ¥1.500
Untuk subway pass ini, ada banyak pilihan, kebetulan karena setelah gue pertimbangkan dengan itinerary, rasanya yang 72-hours ini lebih worth ketimbang yang 24-hours. Pemakaian Subway Pass ini gue mulai di hari kedua, digabung dengan JR Tokyo Wide Pass buat saling cover, kebetulan juga karena hostel gue stasiun paling deketnya stasiun Subway, jadi opsi Subway Pass ini juga yang termurah menurut gue (dibanding tap IC). Penggunaannya kaya tiket biasa, dimasukin ke mesin distasiun terus keluar dari mesin tersebut juga😁.

- Hankyu Tourist Pass = ¥800
Pas sampe di Kyoto, gue langsung beli nih kartu di Hankyu Tourist Information stasiun Kawaramachi. Kenapa gue memilih ini? Karena mau ke Arashiyama yang lebih enak pake kereta ketimbang bus menurut gue karena lebih cepet dan juga perjalanan menuju ke Kobe biar gratis. Setelah gue bandingkan dengan Pass lain, menurut gue Pass ini paling murah! ¥800 kita bisa sekalian ke Arashiyama ¥220 dan terus bolak balik Kawaramachi (Kyoto) - Kobe - Kawaramachi (Kyoto), sedangkan kalo tiket satuan harganya ¥620 sekali jalan, hemat lumayan. Untuk penggunaannya juga kaya tiket biasa.
 
- Kyoto Bus Pass (1 Day) = ¥500
Transportasi utama di Kyoto lebih enak pake bus karena emang tourist spotnya deket-deket banget sama halte dan sekali naik bus itu ¥260, jadi hemat banget kan seharian kita bisa naik bus sepuasnya cuma dengan harga ¥500 ketimbang satuan.

- Osaka Amazing Pass (2 Days) = ¥3.300
Gue bilang ini Pass paling worth. Kenapa? Karena selama 2 hari kita bebas naik Subway di Osaka sepuasnya, dan selain itu banyak banget tempat-tempat wisata yang gratis dengan kartu ini!!!! Apa aja tempatnya? Lihat di post perjalanan Osaka gue aja ya!


Dalam mencari rute dan jadwal keberangkatan kereta di Jepang kalian bisa gunakan Hyperdia dan kalo untuk timetable bus di Kyoto kalian bisa gunakan Arakumachi atau Google Maps. Dan kedua timetable kereta maupun bus di Jepang itu sangat tepat lho berangkat dan sampenya! Jadi kalian bisa estimasiin sendiri.

6. Persiapan ke Jepan
- Internet
Simcard Jepang (Softbank)
Menurut gue internet itu sangat penting. Karena biar gak ada acara-acara nyasar juga, jadi kita bisa langsung cari tempat dan rute di Google Maps. Kalo ada acara nyasar gitu bakal makan banyak waktu dan bikin capek. Untuk internetan di Jepang, gue memilih simcard ketimbang wifi pocket, alasannya karena gue cuma sendiri ya jadi gak bisa share pengeluaran, sedangkan wifi pocket paling murah IDR 70rb/hari (blm termasuk pajak), so opsi simcard lebih menguntungkan. Simcard yang gue pilih yaitu provider Softbank dengan paket data internet aja (gak bisa telp, sms) selama 8 hari yang gue beli di Tokopedia, penjualnya Kenikura Tour. Harganya cukup murah cuma IDR 300rb aja. Kalo masalah kecepatan sih gue nyaman-nyaman aja, dan enak gak ada kendala dalam pemakaiannya. Terus juga sekali gue pasang simcardnya ke hp, tinggal gue nyalain roaming datanya udah langsung aktif dan bisa digunakan!

- Colokan
Cr. infojepang.net
Hal sepele namun penting! Colokan di Jepang dan Indonesia berbeda lho ya! Kalo di Jepang colokannya itu lancip lurus dua gitu kaya diatas. Nah biar gue bisa pake tuh colokan, gue beli lah suatu converter (travel adapter), harganya murah kok, gue beli online sekitar IDR 30rb aja.

- Bus malam
Di awal gue sudah bilang, kalo gue mau ke Osaka dan balik lewat bandara Osaka (Kansai), karena gue gak pake JR Pass maka opsi bus malam satu-satunya yang bisa gue gunakan untuk ke Kansai, itung-itung irit biaya penginapan satu hari juga kan. Gue beli tiket bus malam Tokyo - Kyoto di website Willer Express, harganya cukup murah ¥4.500 dan kenyamanan busnya jangan ditanya! Buktinya gue tidur nyenyak sekali dan bangun-bangun udah di Kyoto 😚.  

- Pakaian (kondisikan dengan musim disana)
Berhubung gue berangkat pas winter, makanya gue masukin pakaian sebagai list persiapan. Secara umum yang gue bawa ya pakaian biasa, tapi karena musim dingin sangat dingin, jadi gue membawa 2 buah longjohn, sweater, jaket tebal, dan kaos kaki tebal. Sebenernya gue juga bawa boots untuk main salju di Echigo-yuzawa, tapi akhirnya gue tinggal di Jepang aja karena gak muat koper gue dan kebetulan harga bootsnya juga lumayan murah, jadi ya gak rugi banget ✌😀.
 
Main-main di Echigo-yuzawa
 

 ***

Rincian Biaya:

TOTAL PENGELUARAN 10 HARI 9 MALAM (8 KOTA, JEPANG)
1.
Tiket Pesawat (AirAsia, termasuk bagasi 20 kg dan makanan di pesawat)

CGK – HND
Rp 1.844.887

KIX – CGK
Rp 2.033.122

2.
Penginapan

Tokyo (Oak Hostel Fuji)
      3 Malam
Rp 707.166

Kyoto (Nine Hours dan K’s House Kyoto)
      2 Malam
Rp 408.172

Osaka (Hostel Sakura)
      2 Malam
Rp 320.349

3.
Transportasi

Willer Express Bus (bus malam)
1 Malam

¥4.590
Tokyo: JR Tokyo Wide Pass (3 days)

¥10.000
Tokyo: PASMO + top-up

¥4.000
Tokyo: Subway Tokyo Pass (3 days)

¥1.500
Kyoto: Hankyu Tourist Pass (1 day)

¥800
Kyoto: Bus Pass (1 day)

¥500
Osaka: Osaka Amazing Pass (2 days)

¥3.300
4.
Pengeluaran lain

Simcard (Softbank, 8 hari)
Rp 300.000

Pegangan @1 hari = ¥3.500 untuk makan, tempat wisata, dan oleh-oleh
     Full day di Jepang 8 hari
    1 malam di bandara Haneda dan 1 malam transit nginep di KLIA

¥28.000
TOTAL (¥1 = IDR 122)
Rp 5.613.696
¥52.690
Rp 12.041.876

Tips Hemat

Jadi kemarin gue cuma membawa ¥5.000 aja termasuk oleh-oleh juga (di Total lebih dari ¥5.000, karena sebenernya gue beli Willer dari Indonesia pake Kartu Kredit, tapi karena kemarin belinya dalam Yen jadi tetep gue tulis ke pengeluaran dalam Yen).

Menentukan uang pegangan perharinya, waktu itu gue budget-in ¥3.500/harinya, udah lebih dari cukup. Pake banget. Itu udah termasuk makan, jajan, tourist spot, sama sisanya bahkan bisa untuk beli oleh-olehu. Bahkan sampe hari akhir gue berhasil membawa sisa uang ¥2.250.

1. Makanan

Karena gue kemarin tidak menyewa hotel dengan fasilitas breakfast, maka tips hemat yang pertama adalah membawa makanan ringan dari Indo, makanan cup gitu lah, kaya mie, bubur, sereal, dsb. Jadi pagi-pagi sarapan di hotel.

Kalau males bawa makanan ringan kaya gitu, maka tips hemat kedua adalah pilih sarapan di Sukiya atau Yoshinoya, karena mereka punya paket breakfast gitu sampe jam 11, harganya terjangkau banget ¥350 - ¥450 doang (ini yang gue lakuin saat makanan ringan yang gue bawa udah habis). Udah dapet nasi, ikan (salmon/mackerel), telur mentah, miso soup, dan kentang gitu, pokoknya paket lengkap dan dijamin kenyang deh.

Makan siang di Konbini, btw Konbini itu supermarket ya (seperti 7-11, Lawson, Family Mart, dsb) disana beli aja onigiri (¥100 - ¥200) dan bento (¥350 - ¥500), bahkan kalo sarapannya deket-deket jam 11 gitu di Sukiya atau Yoshinoya bisa cuma makan onigiri aja satu pas siang hari, buat ngeganjel. Atau dialokasikan buat aneka street food 😀.

Makan malam baru di restoran yang enak-enak, harganya kisaran ¥750 - ¥2.000. Kalo kemarin sih gue seperti itu, jadi pas malem baru makan makanan yang enak gitu kaya ramen, udon, kari, dsb.

2. Minuman

Beli air minum botolan yang 2 liter! Sempet rugi banyak selama 3 hari di awal gue gak tau kalo ada botolan yang 2 liter, jadi gue selalu beli di vending machine yang 600 ml doang awalnya. Harganya juga sama padahal ¥110 gitu, kan lumayan irit banget. Belinya di konbini juga banyak yang 2 liter.

3. Transportasi dan Tourist Attraction

Ini juga penting!!! Transportasi di Jepang itu cukup mahal. Naik kereta yang deket jarak satu atau dua statiun  ¥140 (18rban). Terus naik bus mau jauh atau deket diitungnya tetep sama ¥260 (30ran). Dibandingkan KRL cuma 2rb aja dan angkot yang murah juga :vvvvvv wkwkwk.

Nah makanya pinter-pinter dalam memilih transportasi, lebih tepatnya 'paket transportasi'. Enaknya di Jepang itu mereka nyediain banyak Day Pass untuk transportasinya jadi bisa lebih murah. Tinggal disesuaikan aja sama Itenerary kalian maunya kemana.

Yang pasti gue sarankan kalau cuma untuk area Tokyo - Kansai (Osaka, Kyoto, Kobe, Nara) lebih baik gak usah pake JR Pass karena itungannya agak rugi. Kalo mau coba Shinkansen bisa pake JR Tokyo Wide Pass aja. Di Kyoto sendiri udah pasti bakal pake Kyoto One Day Bus Pass

Untuk area Osaka ada banyak Pass, tapi gue sarankan untuk membeli OAP (Osaka Amazing Pass) karena ini kartu sakti banget, udah termasuk banyak Tourist Spot yang ada di Osaka, jadi gak perlu pusing-pusing untuk masuk ke tempat wisata.

4. Bus Malam

Bagi yang mau pindah kota kaya dari Tokyo ke Kansai (Osaka, Kyoto, Kobe, Nara) gitu dan tidak memakai JR Pass sangat disarankan untuk menggunakan bus malam! Karena lumayan banget buat ngehemat budget nginep permalam. Jadi satu malam dihabiskan di bus. Busnya juga nyaman kok, jadi gak usah takut badan pegel-pegel atau capek setelahnya.
Perusahaan bus malam ada banyak banget, yang gue pake kemarin itu Willer Express Bus, cara pesennya secara online dan bayarnya dengan kartu kredit.

***


Nah begitulah kurang lebih gambaran kasar persiapan gue ke Jepang. Tunggu cerita lebih detailnya ya di post berikutnya yang bakal gue update secepatnya (insyaAllah). Bagi kalian yang mau tanya-tanya seputar trip Jepang boleh lho langsung tanyakan aja di kolom komentar! Terimakasih😉.
Rincian perjalanan perharinya secara lengkap bakal di update secepatnya!

0 Response to "Pengalaman Solo Travel ke Jepang! (Persiapan, Itinerary, dan Budget)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel